Keluarga yang Tepat Agar Gaji Bulanan Tidak Habis Begitu Saja

Keluarga yang Tepat Agar Gaji Bulanan Tidak Habis Begitu Saja
Keluarga yang Tepat Agar Gaji Bulanan Tidak Habis Begitu Saja
Berikut Perencanaan Keuangan
Besar kecilnya gaji seseorang sebenarnya tidak sepenuhnya menjamin kehidupan yang sejahtera, faktanya ada banyak sekali orang-orang yang memiliki income besar, namun tetap saja selalu kekurangan uang di tanggal tua sehingga terpaksa harus berhutang. Hal ini juga sangat erat kaitannya dengan gaya hidup, sehingga sebelum terlambat maka ada baiknya bagi Anda mulai dari sekarang menerapkan perencanaan keuangan keluarga secara tepat, sehingga hidup kian sejahtera dan terbebas dari beban finansial.

Masalah yang mungkin sering kali dihadapi terkait dengan kondisi finansial dalam keluarga adalah gaji yang diterima selalu habis setiap bulannya, bahkan sebelum akhir bulan sudah habis, padahal jumlah yang diterima sendiri juga tidak kecil. Hal ini membuat Anda dan juga keluarga tidak bisa menyimpan atau menabung sama sekali. Sehingga jika suatu saat mengalami masalah dan membutuhkan dana darurat juga terpaksa harus berhutang ke pihak lainnya bukan.

Agar Anda bisa mengontrol gaji tersebut dengan lebih baik, sehingga tidak membuat uang tersebut habis begitu saja setiap bulannya, maka cobalah untuk menerapkan beberapa hal berikut ini, diantaranya adalah:

1. Jangan berikan sepenuhnya gaji kepada istri, melainkan sebagian diantaranya dapat disimpan sendiri untuk ditabung. Memang terkadang masalah dalam mengelola dana ini tidak terletak pada diri sendiri, melainkan istri sebagai ibu rumah tangga yang gagal dalam mengelolanya dengan baik. Jika memang demikian mana jangan sepenuhnya memberikan uang tersebut untuk dikelola oleh istri Anda, melainkan simpan sendiri sebagian diantaranya untuk ditabung, baru jika nantinya kurang bisa ditambah, agar tidak boros.

2. Selalu membuat skala prioritas dan diskusikan dengan pasangan, hal semacam ini nyatanya juga tidak kalah penting, mengingat bagaimanapun kebutuhan setelah berumah tangga jumlahnya semakin banyak, namun dalam jenis yang berbeda-beda atau memiliki prioritas masing-masing, tidak semuanya penting. Sehingga sebelumnya harus disusun terlebih dahulu skalanya mana yang paling penting ada di bagian atas sedangkan yang tidak begitu penting ada di bawah. Sehingga nantinya pengelolaan dana juga lebih tepat sasaran.

3. Belanjalah secara bijak, ingat prinsip berbelanja yang sehat adalah apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda inginkan. Karena pemborosan yang paling terlihat secara jelas sebenarnya adalah dalam hal berbelanja, sehingga Anda harus bijak di dalam mengelola dana untuk kebutuhan yang satu ini.

4. Mengelola bonus dengan baik, memang terkadang ada intensif yang diterima dalam bekerja jika seandainya kinerja Anda bagus, uang bonus ini nantinya bisa dimasukkan dalam tabungan. Jangan secara langsung dihabiskan begitu saja. Jika seandainya tabungan Anda sudah besar jumlahnya maka dapat digunakan untuk berinvestasi pada sesuatu yang nilainya lebih besar sehingga pemasukan juga kian tinggi.

5. Siapkan tabungan-tabungan darurat yang penting lainnya, misalnya adalah asuransi kesehatan, kemudian juga asuransi pendidikan anak dan sejenisnya, karena bagaimanapun tidak bisa dipungkiri jika seandainya hal ini kelak akan sangat dibutuhkan. Dengan adanya asuransi paling tidak Anda tak akan kepikiran lagi dengan pengeluaran yang sifatnya darurat di masa depan.

Dengan demikian nantinya uang gaji juga akan tetap terjaga tidak habis sepenuhnya. Bisa diterapkan oleh siapa saja baik itu Anda yang memiliki gaji besar maupun kecil. Perencanaan keuangan keluarga ini akan sangat membantu menjaga agar kondisi finansial tetap sehat atau stabil sifatnya. Mulailah sejak baru menikah sehingga akan terpupuk menjadi kebiasaan.

Advertisement