Intip 4 Pembangkit Listrik Alternatif yang Diterapkan Indonesia


Sistem otomatisasi pembangkit listrik sepertinya sudah menjadi masalah dunia. Bahan bakar fosil yang semakin menipis membuat negara mencari alternatif lain, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, berbagai alternatif dicoba untuk mengurangi penggunaan fosil. Berikut 4 jenis pembangkit listrik yang bisa diterapkan di Indonesia.

1. Pembangkit Listrik Tenaga Matahari 
Pembangkit listrik tenaga surya atau biasa disebut Solar Power System memanfaatkan matahari sebagai sumber energi. Pembangkit listrik ini sudah ditemukan sejak 1941 yang diterapkan NASA dan militer Amerika Serikat.

Daya tahan pembangkit listrik ini sangat lama bisa hingga 25 tahun meskipun terkena panas, hujan, bahkan membeku. Tenaga matahari dapat digunakan untuk menyalakan semua peralatan elektronik rumah tangga.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Angin 
Jenis kedua yaitu pembangkit listrik tenaga angin. Pembangkit listrik ini dapat mengubah energi angin menjadi energi listrik dengan sebuah turbin atau kincir angin. Sistem otomatisasi pembangkit listrik ini menggunakan angin sebagai sumber energi menjadi alternatif yang sangat berkembang.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Petir 
Pembangkit listrik jenis ketiga ini tidak berhasil pada musim kemarau. Hal yang kamu lakukan yaitu membuat perangkat yang bermuatan negatif pada tempat yang sangat tinggi. Petir memiliki muatan (+) dan media yang digunakan seharusnya menggunakan muatan (-). Jika hal ini berhasil, maka satu kota bisa memakai hingga sebulan.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Air 
Berbeda dengan listrik tenaga surya, pembangkit listrik air ini paling banyak digunakan oleh banyak negara. Hal ini karena air yang jumlahnya melimpah. Caranya yaitu mengubah aliran air menjadi energi listrik. Tempat yang biasa digunakan untuk pembangkit listrik jenis ini yaitu air terjun, bendungan, atau sungai.

Sama halnya dengan tenaga angin, pembangkit listrik tenaga air ini menggunakan turbin untuk tenaga mekanik yang kemudian diubah menjadi listrik. Energi listrik yang terbentuk itulah dialirkan ke jaringan-jaringan yang dibuat hingga ke rumah penduduk.

Penggunaan jenis pembangkit listrik ini bergantung pada kebutuhan dan sumber terbesar suatu negara. Jika hanya ada air maka sebaiknya menggunakan PLTA, begitu seterusnya. Selain itu, pembangkit listrik ini dapat untuk menghemat bahan bakar fosil agar tidak cepat habis.





Terima kasih sudah berkomentar