Pengalaman Jualan Online ada 5 Hal menjadi catatan saya



Sebelumnya pernah jualan online sistem dropshiper dimana ketika mendapatkan order tidak packing tidak kirim sendiri, dikirim dari supplier ketika punya stok sendiri ada beberapa yang baru tahu dan menjadi pengalaman catatan saya, bahan evaluasi saya, coba saya tulis semoga bermanfaat bagi yang sedang belajar menjalan toko online jualan online.



Sebelumnya jika anda bukan pebisnis jualan online berikut ada juga evaluasi perjalanan ngeblog, bagi yang tidak menjalankan toko online, hanya seorang blogger publisher iklan berikut simak ulasan saya simak di Evaluasi Perjalanan Ngeblog saya sampai Hari ini

Pengalaman itu mahal kalau saya merenungkannya, karena pengalamannya berisi kegagalan kesalahan yang harus diperbaiki, kita ketahui kegagalan ini sudah mengorbankan waktu dan materi, mungkin waktu tidak begitu tapi materi yang paling berasa, karena tahu sendiri modal uang seringkali menjadi kendala dalam menjalankan usaha baik online maupun offline, sedangkan kegagalan itu tidak hanya sekali tapi seringkali berkali-kali, gagal evaluasi, gagal evaluasi dan seterusnya sampai berhasil. ini yang membuat orang seringkali mengurungkan niatnya menjadi wirausahawan dan memilih cari aman dengan menjadi karyawan mendapat gaji bulanan, kemudian didunia maya ini banyak jual ebook berbayar ternyata wajarlah pengalamannya dibentuk buku ebook lalu dijual, karena kalau dipikir cara otodidak akan menemui salah coba, salah coba lagi, sedang ebook berbayar dibuat dari pengalaman kegagalan sampai berhasil, dipandu dari pengalaman penulis, harapannya semoga bisa meminimalisir kegagalan. simak posting sebelumnya 10 Tool Internet Marketing Yang Patut Dipertimbangkan untuk Mempermudah Bisnis Online

Apa saja sih pengalaman jualan online dan ada lima catatan untuk bahan evaluasi

1. Pengepakan
2. Pengiriman
3. Sistem Order
4. Stok
5. Jangan hanya mengandalkan trafik organik

Berikut coba menjabarkannya

1. Pengepakan
Saya ingin pengepakan yang bagus, karena ingin memberikan kesan yang baik kepada pembeli ditoko online saya, pendapat saya pengepakan yang bagus, akan memberikan kesan toko online yang profesional. hal ini saya pernah di ingatkan seorang pengusaha percetakan besar, waktu itu saya dapat order, dan saya ambilkan dari percetakan tersebut, kebetulan kenal dekat dengan si bosnya pemiliknya, langsung di pakcing oleh bosnya dengan sangat rapih, katanya harus yang bagus karena orang kan lihatnya pandangan pertama, dari sinilah saya jadi teringat dan menjadi catatan saya dalam pengepakan. padahal hal biasa bagi saya tapi bagi pemilik percetakan menjadi hal yang penting, si bos ini suka berbagi pengalamannya khususnya dalam pelayanan pelanggannya, meski order kecil tapi selalu dilayani dengan baik sebisa mungkin tidak mengecewakan dan tepat waktu.

2. Pengiriman
Pengalaman saya dalam hal pengiriman, baru tadi pagi saya dapatkan, yaitu dalam hal biaya kirim, sekarang mudah mengetahui biaya kirim dengan memasang aplikasi android, informasi biaya kirim kita bisa mengetahui seluruh Indonesia, ketika ada calon pembeli yang bertanya berapa biaya kirimnya, kita bisa cek langsung dengan aplikasi android biaya kirim kemudian saya screnshot kirim ke calon pembeli, jadi calon pembeli ini yakin dengan biaya kirim yang saya sebutkan, terkesan transparan, karena seringkali calon pembeli ini ragu apakah benar biaya kirimnya segitu.

Yang menjadi catatan saya adalah ketika kita sudah menentukan beratnya 1 kg kepada calon pembeli, ternyata dalam pengepakan besar ini terkena biaya volume, jadi dikenakan dua kali biayanya.
Berikut studi kasusnya, saya dapat order Topi PMR 13 biji, setelah saya packing ternyata mengepaknya panjang lebarnya terkena aturan dari JNE dikenakan biaya, padahal saya sudah bilang 14 ribu ke calon pembeli, akhirnya saya menanggung biaya karena menjadi 28 ribu.

Menjadi catatan jualan online saya adalah dalam pengepakan perhatikan panjang lebar mengemasnya usahakan jangan terlalu besar, sehingga meski beratnya dibawah 1 kilo akan dikenakan biaya 2 kali lipat, yaitu biaya berat dan biaya volume pengepakan.

3. Sistem Order
Beda dengan situs marketplace dimana ketika membeli kita mengisi form, kalau ditoko konvensional dengan kontak chat langsung dengan yang jualan, apa itu lewat wa maupun inbox akun media sosial, ini kalau tidak dibuat sistem atau format akan bertele-tele atau calon pembeli berkepanjangan tanya-tanyanya.

Pengalaman ini saya dapatkan ketika membeli produk online, admin tersebut meminta saya mengisi form, nama, alamat lengkap dan no ho serta jumlah pesanan, dengan begitu sudah tinggal transfer dan kirim. saya pun menirunya, sehingga memudahkan dalam mendata dan bukti fixed order. jadi ketika ada yang mau beli langsung ketika tidak ada yang ditanyakan lagi saya sodorkan form fixed order tersebut.

Untuk mengantisipasi orang banyak bertanya, saya pun membuat artikel tanya jawab atau penjelasan cara membeli di toko online saya, karena seringkali yang ditanyakan calon pembeli ini adakah testimoninya, apakah toko online ini terpercaya,  jadi ketika menemui calon pembeli saya tidak mengetik lagi, tinggal copas artikel tersebut dan saya kirim.

Dengan adanya sistem order yang saya buat, bisa memangkas waktu chat antara penjual dan pembeli.

4. Stok
Persediaan barang ini menjadi penting, membuat saya fokus memasarkannya, pikiran saya tidak terbayang-bayang lagi supplier ada stoknya tidak ya, kemudian ketika persediaan banyak ini menjadi motivasi saya dalam mempromosikannya, bersemangat.

Berasa ada tantangan, saya harus kerja promosi produk masih banyak, kemudian hasrat pun menggelora ini menjadi energi  positif dalam menjalankan usaha jualan online. sedangkan sebaliknya ketika tidak ada stok rasanya berpikir macam-macam, semangat promosi online kalau banyak yang beli stoknya habis, kesel cape juga, dengan begitu kerjanya pun kurang optimal tidak bersungguh-sungguh.

5. Jangan hanya mengandalkan trafik organik
Trafik organik disini maksud saya, pengunjung website toko online yang berasal dari mesin pencari google, misalnya kita mengetik "toko online jual perlengkapan PMR" dihalaman pertama google muncul website saya, otomatis pengunjungnya ini tertarget dan berpeluang membeli, namun dalam prakteknya tidaklah mudah, karena tentunya akan ada persaingan, dari pada menunggu yang tidak jelas kapan diposisi pertama halaman google menjadi catatan saya adalah Jangan hanya mengandalkan trafik organik, teknik pemasaran SEO ini tetap berjalan, tapi jangan diandalkan, manfaatkan juga media sosial, dari pengalaman saya pertama kali mendapatkan pembeli juga dari media sosial. optimalkan media sosial dengan memperbanyak follower.

Pendapat saya jualan online ini tidak sekedar punya produk lalu jualan, tapi harus punya strategi agar dapat bersaing dan banyak yang beli, dengan beberapa catatan saya dari pengalaman penjualan online, semoga menginspirasi dan bermanfaat.



Share on FB
Share on Twitter
Share on Google+

Baca Selanjutnya

7 komentar:

  1. Yapp pengalaman mahal harganya, cuman nggak bisa ditukar sama mahar pernikahan hehe, reseller namanya kan, kalau nggak salah, berarti benar dan kalau salah berarti nggak benar ckck

    ReplyDelete
  2. Asyik akhirnya closing juga....itulah mengapa saya memilih dropship dulu mas biar dapat pengalaman karana banyak hal yang harus dipelajari terutama jika sudah ngepak sendiri . Nanti kalau omsetnya bagus baru nyetok produk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mas Alhamdulillah banyak yang tanya baru ini closing pertama

      Delete
  3. Ketersedian barang atau stock ini sangatlah penting. Jangan sampai ada yang pesan, lama nunggunya. Kecewalah konsumen.

    ReplyDelete
  4. temen ane mahir banget ni soal dropship.
    terakhir ada 14 toko online dalam satu marketplace..
    n menguntungkan juga klo ditekuni...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus siap panteng hape, itulah yang bikin ribet :)

      Delete
    2. betul, ribet harus mantengin hp terus, ini lah

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung