Lugunya saya ketika Jual Mobil Second

Lugunya saya ketika Jual Mobil Second
Lugunya saya ketika Jual Mobil Second
Membully diri sendiri he..he... punya pengalaman jual mobil kalau ke inget kok senyum-senyum sendiri.

Jadi saya ini kalau jualan ini apa adanya, tujuan saya itu biar tidak ada komplain dikemudian hari, pembeli ini mau menerima apa adanya produk yang saya jual.

Tetapi tidak berlaku untuk semuanya misalnya saja mobil buntut, mobil second ya mesti jangan apa adanya buat maksimal yaitu dengan mencucinya dicucian mobil biar maksimal. berikan penampilan terbaik mobil.

Yang bikin senyum itu, waktu mobil belum dicuci karpetnya kotor banget, lha orang yang mau lihat memfoto karpet tersebut, sangat membuat nilai turun harga mobil tersebut.

Pembelajaran, karena pas lihat harga drop, saya cucilah mobilnya dan nampak kempling, yang terjadi pandangan pertama begitu menarik, selanjutnya tetap saja cari kelemahan lain agar bisa dibeli dengan murah. tapi ya lumayan lah, tidak malu-maluin

Kemudian lagi, karena penanya yang sangat banyak, menanyakan pertanyaan yang sama dan harus menjawabnya secara berulang-ulang cape dan bosan juga, apalagi kalau calon pembeli yang tidak serius. dari sini kalau menjual lebih baik harga pas dan dijelaskan dengan detail.

Apa yang terjadi menjadi pembelajaran, ketika merasa ada yang kurang ada yang salah perbaiki, harapannya penawar mobil lebih bagus lagi penawarannya.

Penutup
Ketika menjual mobil yang menjadi pembelajaran saya adalah

1. Cuci mobil biar nampak kempling bersih karena ini menjadi pandangan pertama calon pembeli.

2. Informasikan dengan jelas detail agar tidak menjawab pertanyaan yang diulang-ulang, karena ketika mobil dipasang iklan di internet, berpeluang banyak yang bertanya.

Demikian sebuah cerita singkat, mudah-mudahan bermanfaat.
Advertisement
Buka Komentar