*/ -->

Membayangkan Bos Yang Galak

Membayangkan Bos Yang Galak
Membayangkan Bos Yang Galak
Perangai orang yang punya wewenang memanajemen ini beberapa sering saya temui, ada yang sangat santun, ada yang sederhana saja, ada yang galak, pernah menemui bos galak nada bicaranya saja seperti rocker keras, berbicara dengan karyawannya keras seperti ada penekanan, harus segera dilakukan, dalam hati bertanya komunikasi dengan nada keras, musuhnya banyak tuh orang, setiap katanya melukai hati yang sedang tertekan dalam tugas pekerjaan. meski ada juga sebenarnya keras ini profesional agar bekerjanya bersungguh-sungguh, karena sering galak didepan karyawan tujuannya agar karyawan takut, lalu karyawan semuanya bekerja dengan baik, tapi sepertinya tidak semua orang akan bisa memahami dan menerimanya, justru sangat beresiko menurut saya dalam keberlangsungan, ilustrasinya begini, pernah suatu waktu berbicara yang melukai hati, luka hati terpendam seperti tak termaafkan, batin orang ini dalam kesehariannya dalam kerja diliputi dipendam rasa sakit dan dendam, bisa saja jika terjadi seperti ini orang tersebut meski tidak membalas fisik, bisa menyerang dengan fitnah, menghasut dan membuka aib-aib yang ada pada bos tersebut. 

Belajar jadi pemimpin yang bijak
Pada suatu pertemuan empat mata, saya pernah diberi nasehat oleh seorang bapak yang terbilang cendikiawan katanya, pengalaman organisasinya dimana-mana, serta prestasinya juga tidak diragukan lagi, diajari secara singkat bagaimana menjadi pemimpin, katanya jadilah pemimpin yang disegani jangan ditakuti, kalau disegani mereka akan dengan sendirinya mengikuti perintah manajemen tanpa harus dengan kekerasan, cukup dengan santun orang akan memperhatikan apa yang saya perintahkan. apa yang saya bicarakan akan didengar. penjelasan yang singkat membuat saya bertanya-tanya makna segan secara jelas.

Dari nasehat singkat, menurut pemahaman saya pemimpin yang disegani itu pemimpin yang sudah terbukti, memberikan contoh yang baik, setiap rancangan arahannya ini berhasil dilaksanakan dengan sukses, yang jelas jadikan diri ini orang yang patut diteladani, lalu saya mengibaratkan seperti orang yang berilmu tinggi, lalu karena banyak orang yang ingin berguru, segan terhadap orang tersebut agar mendapatkan ilmunya, antara murid dan guru, murid selalu menghormati guru, begitulah kurang lebihnya. kalau yang sudah paham banget arti kata segan tinggalkan dikomentar ya ? rada kurang menguasai biar lebih paham butuh ilustrasi-ilustrasi lainnya.

Berkait dengan pembahasan ini, jadi teringat dimedia sosial seringkali seorang pemimpin di olok-olok dicaci dibuat meme yang tidak sopan, saya sendiri didunia nyata sering menemui karyawan kemudian bercerita hal tidak baik yang ada pada pimpinan. pendapat saya hargai seorang pemimpin, karena bagaimana pun pemimpin ini penting, kalau tidak ada yang memimpin bisa dibayangkan seperti apa, begitu juga yang jadi pemimpin yang santun dan bijak, karena setiap orang punya paham, rasa, pola yang beraneka ragam, bagaimana memimpin ini bisa menyatukan mensejahterahkan memberikan rasa nyaman itulah tantangannya. risih sebenarnya memberi kata-kata nasehat, karena siapa sih saya, tapi kata hati ya begitulah harus diungkapkan ya diungkapkan.

Kalau ada salah kata dibenarkan ya, terimakasih


Advertisement
Buka Komentar