Bangga Jadi Relawan Donor Darah





Ingin berdonor darah waktu itu berpikirnya ingin menjadi orang yang bermanfaat saja, tidak bisa beramal materi, beramal dengan mendonorkan darah, bagi saya sesuatu yang membanggakan untuk diri sendiri, yaitu memberikan manfaat bagi orang lain, apalagi darah ini dibutuhkan bagi mereka seperti yang melahirkan membutuhkan darah, kemudian yang terkena deman berdarah, persediaan darah ini penting, memperhatikan mereka yang sedang membutuhkan begitu paniknya ketika persediaan darah sedang tidak ada. jadi benar juga logo-logo ajakan donor darah bahwa setetes darah anda sangat berarti bagi kemanusiaan.

Tadinya saya donor darah kalau stok darah sedang kosong saja, pikir saya biar bisa dimanfaatkan langsung, ternyata pikiran saya salah, setelah dijelaskan oleh petugas PMI memberikan pemahaman, "donor itu jangan kalau ada orang butuh saja atau sedang stok kosong, katanya  karena kebutuhan darah ini dibutuhkan cepat untuk menolong jadi dibutuhkan stok darah yang cukup untuk beberapa hari kedepan". katanya

Teringat cerita teman, ketika ada yang membutuhkan darah dan waktu itu sedang kosong golongan darah yang dibutuhkan, teman saya dan istrinya mendonorkan darah, yang menerima darahnya karena merasa sudah dibantu mau mendonorkan darahnya untuk proses persalinan, teman saya ini diminta memberikan nama untuk anaknya, bagi teman saya ini sebuah kesan yang membahagiakan bisa membantu mendonorkan darahnya untuk proses kelahiran.

Ilustrasi donor darah, sumber foto dari www.pmi-pemalang.blogspot.co.id


Ada perubahan setelah donor darah rutin ?

Awal donor darah sebenarnya mikir juga dengan jarum suntiknya yang besar, bayangan saya rasanya sakit, tapi niat menjadi orang yang bermanfaat dengan mendonorkan darahnya lebih besar dari rasa takut karena jarum suntik yang besar akhirnya mencoba saja, dan ternyata tidak berasa, donor darah pertama kalinya berhasil, dengan pengalaman tersebut, tanpa rasa takut lagi mendonorkan lagi, apa yang terjadi dengan donor darah yang kedua HB saya kata petugas tidak memenuhi syarat sehingga tidak bisa diambil darahnya.

Saya cerita keteman bahwa saya tidak memenuhi syarat untuk diambil darahnya malah diejek, "wah kamu kurang gizi" penasaran apakah benar, sepertinya tidak, selang beberapa hari coba lagi mau mendonorkan darah dicek eh..belum memenuhi lagi HBnya, Ketiganya baru dicek lagi memenuhi syarat dan bisa, seterusnya tidak ada masalah sampai 10 kali donor juga memenuhi syarat.

Saya analisa berpikir sendiri, ada apa ya dengan darah saya ? pikiran saya apa mungkin karena baru pertama kali. awal-awal kok HB saya sering tidak memenuhi syarat kemudian setelah berikutnya kok lancar saja.

Hanya menebak saya bisa benar bisa salah, kakak saya ternyata juga seperti itu donor darah pertama bisa diambil kemudian keduanya HB tidak memenuhi syarat.

Dari Pengalaman kejadian donor kesatu dan seterusnya itu jadi merasakan sendiri donor darah ini bukan hanya sebuah amalan tapi juga untuk cek kesehatan rutin ( cek HB dan Tensi) setiap tiga bulan sekali, dan perubahan yang terjadi pada tubuh saya, tubuh terasa lebih enak dari sebelumnya.

Dengan manfaat yang saya rasakan, saya pun jadi rutin donor darah saya programkan tepat waktu sesuai jadwal, apalagi dengar-dengar ada penghargaan bisa ketemu Bapak Presiden jika sampai 100 kali mendonorkan darahnya, untuk motivasi tambahan berharap bisa sampai 100 kali dan bisa bertemu Bapak Presiden RI, ini membanggakan sejarah hidup dan memberikan contoh kepada anak.

Dengan pengalaman berdonor darah tersebut, saya juga ceritakan kepada istri dan teman agar memprogramkan rutin berdonor darah, donor darah ini bagus buat kesehatan, jika rutin donor darah secara tidak langsung rutin cek kesehatan, karena sebelum di ambil darahnya di cek terlebih dahulu.

Berikut ini adalah seputar tanya jawab ketika saya bercerita kepada istri dan teman

Apakah setelah diambil darahnya terasa lemas?,

Jawab saya tidak, tidak berpengaruh, biasa saja. pernah dengar sih darah yang diambil prosentase sedikit dari jumlah kesuluruhan darah yang ada pada tubuh manusia.

Jarumnya besar, Apakah tidak sakit

Jujur yang sakit itu pada saat tes HB menusuk jarum di jari, yang diambil darahnya untuk sample, beberapa menit hilang, pada proses menusuknya itu yang sakit. kalau jarum yang buat ambil darah lebih besar malah tidak berasa, biasa saja.

Ayok donor darah,bangga jadi relawan donor darah.


Cicipi Kopi dari Pertanian Lereng Gunung Slamet, KOPI BUBUK ARABIKA GUNUNGSARI, 100% Kopi Bubuk Murni diolah secara tradisional dari biji kopi Arabika pilihan untuk menciptakan rasa kopi yang lebih alami pesan sekarang klik disini Kopi bubuk Murni Gunungsari Harga 25ribu Pemesanan Kopi Gunungsari Telp/sms : 0896 7299 7768 WA : 0856 4093 0969



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bangga Jadi Relawan Donor Darah

0 komentar:

Post a Comment

Mari berdiskusi, tinggalkan komentar , dengan koreksi, saran dan masukan sobat, semoga postingan kali ini lebih bermanfaat untuk pembaca lainnya.